BMKG: Masih Ada Potensi Tsunami Susulan di Selat Sunda

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 23:35 WIB
BMKG: Masih Ada Potensi Tsunami Susulan di Selat Sunda Ilustrasi tsunami. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut masih terdapat potensi tsunami di Pantai Selat Sunda kembali terjadi seiring cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang diperkirakan masih akan terjadi. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya bersama dengan Badan Geologi dan Kementerian Kemaritiman terus melakukan pemantauan kondisi gerakan atau tremor di Gunung Anak Krakatau (GAK), serta kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. 

"Seluruh kondisi tersebut dapat sewaktu-waktu dapat berpotensi mengakibatkan longsor kembali tebing kawah gunung anak krakatau ke Laut dan berpotensi memicu tsunami," ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa (25/12). 



Ia memperkirakan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi masih akan terjadi besok. Kondisi erupsi vulkanik juga masih terjadi dan mengakibatkan getaran-getaran. Kondisi-kondisi tersebut, ditegaskan kembali, dapat mengakibatkan terjadinya longsor pada Anak Gunung Krakatau yang juga bisa memicu terjadinya tsunami susulan. 

"Meskipun kondisi cuaca di sekitar Anak Gunung Krakatau yang malam ini diperkirakan hujan ringan, tetapi esok hari diperkirakan berpotensi hujan sedang dan lebat sejak pagi hingga sore hari dan pada malam serta dini hari umumnya berawan dan hujan ringan," jelas dia. 


Selain hujan lebat, menurut dia, gelombang tinggi esok hari masih akan terjadi. Ia memperkirakan pada esok pagi, gelombang laut akan berada di kisaran 0,75-2 meter, naik dari malam ini yang berada di kisaran 0,75-1,5 meter. Adapun pada esok sore dan malam, gelombang diperkirakan kembali berada di kisaran 0,75-1,25 meter. 

"Yang dikhawatirkan  sebenarnya hujan lebat. Dikhawatirkan dinding kawah rapuh apalagi kalau diguyur hujan. Sementara kecepatan angin sendiri relatif menurun pada hari besok," terang dia. 

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjauhi area pesisir pantai sekitar Selat Sunda dalam radius 500 meter hingga 1 km. (fra/agi)