Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan salah satu yang penting untuk dipantau pihaknya saat ini adalah potensi longsor susulan pada Gunung Anak Krakatau. Hal ini antara lain dapat diketahui dari tremor (pergerakan) getaran sistemik vulkanik pada gunung tersebut.
"Sensor BMKG sedang pantau getaran-getaran itu, seberapa yang dapat mengakibatkan longsor. Tadi diidentifikasi pada getaran 3,4 magnitudo, itu kami berikan peringatan dini (tsunami)," ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah diberikan peringatan dini itu belum tentu tsunami terjadi. Jadi konsep ini mohon dipahami," ungkap dia.
"Yang dikhawatirkan sebenarnya hujan lebat. Dikhawatirkan dinding kawah rapuh apalagi kalau diguyur hujan. Sementara kecepatan angin sendiri relatif menurun pada hari besok," terang dia.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Pesisir Selat Sunda untuk menjauhi pantai dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer (km). (fra/agi)