Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, citra satelit yang memantau Gunung Anak Krakatau baru saja didapatkan dari Jepang.
"Memang betul sebagian lereng di barat daya runtuh, ini yang memicu tsunami," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (26/12).
Diperkirakan area yang longsor seluas 64 hektar. Longsor diperkirakan bukan hanya di badan gunung bagian atas. Longsor juga diduga terjadi di badan gunung yang ada di laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat setelah longsor, tiga gelombang tinggi menerjang perahu yang ditumpangi nelayan tersebut. Para nelayan kemudian tergulung gelombang tsunami.
Hingga saat ini BNPB mencatat ada 430 orang tewas akibat tsunami yang menerjang lima wilayah yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus.
Sebanyak 159 dikabarkan masih hilang sementara jumlah pengungsi mencapai 21 ribu orang.
Data ini besar kemungkinan kasih terus berubah karena penyisiran masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Gunung Anak Krakatau juga saat ini terus erupsi namun masih berstatus waspada atau level II. (fir/sur)