Dradjad mengatakan surat terbuka yang dibuat Goenawan Cs itu tak terlepas dari dukungan Amien Rais dan PAN kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
"Jika melihat empat tuduhan pertama terhadap Pak Amien, saya meyakini surat itu tidak lepas dari dukungan Pak Amien dan PAN ke Mas Prabowo, bukan ke Pak Jokowi," kata Dradjad dalam surat terbuka yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah bapak ibu berlima hendak mengajari juniornya untuk tidak taat kepada keputusan Kongres?" kata dia.
Lebih lanjut, Dradjad menyatakan tudingan Goenawan Cs yang menyebut manuver politik Amien destruktif bagi PAN juga tak memiliki bukti empiris. Menurutnya, hasil Pileg 2014 kursi dan suara PAN naik.
"Itu tidak lepas dari kerja Bang Hatta sebagai Ketum, semua kader dan tentu manuver politik Pak Amien," ujarnya.
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono). |
Dalam surat terbuka ini, Dradjad juga menyinggung keberadaan anak Albert Hasibuan, Bara Hasibuan di PAN. Hal tersebut untuk menjawab Goenawan Cs yang menyebut PAN sejak awal menjunjung tinggi keterbukaan, inklusif, persamaan hak dan kewajiban warga negara.
Dradjad menyebut Bara adalah salah satu caleg PAN dari Dapil Sulawesi Utara yang tak lolos pada Pileg 2014. Saat itu Bara hanya mengantongi 17.672 suara. Yasti Soepredjo Mokoagow dengan perolehan 103.801 suara yang akhirnya masuk ke Senayan.
Menurut Dradjad, ketika Yasti mundur karena maju sebagai calon Bupati Bolaang Mongondow pada Pilkada 2017, Bara yang menggantikannya sebagai anggota DPR. Dengan fakta Yasti yang beragama Islam dan Bara beragama Kristen pergantian tersebut berlangsung mulus di internal PAN.
"Tidak ada isu agama apapun. Padahal, kursi Bara itu berasal dari puluhan ribu bahkan mungkin lebih 100 ribu suara Muslim. Pak Amien dan bang Zulkifli Hasan sangat mendukung," kata Dradjad.
Dalam surat yang diterima CNNIndonesia.com, lima pendiri PAN membeberkan alasan mereka meminta Amien mundur dari politik.
Alasan pertama, Amien dianggap semakin cenderung eksklusif serta tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politiknya.
Kedua, Amin dianggap bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politikus yang beraspirasi mengembalikan kekuatan Orde Baru ke kancah politik Indonesia. Padahal, Amien merupakan tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan Orba.
Kemudian ketiga, mereka menilai Amien telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.
Alasan keempat, mereka menilai Amien sebagai ilmuwan politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri melalui penyebaran berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di Indonesia.
Terakhir, Goenawan Muhammad cs menyebut Amien sebagai orang yang berada di luar struktur utama PAN terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai. (osc)
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).