Gempa tremor adalah gempa yang bisa mengindikasikan aktivitas vulkanik di gunung api. Jika gempa tremor terjadi, maka mengindikasikan sebuah gunung berpotensi meletus.
Berdasarkan data dari Stasiun Sertung, dekat kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, gempa tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 9-35 mm (dominan 25 mm).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan dari pos pengamatan periode pengamatan 26 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menunjukkan visual gunung jelas hingga kabut 0-III.
Hari ini Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung lewat keterangan tertulis, menyatakan status Gunung Krakatau naik menjadi level III atau siaga.
Windi mengatakan aktivitas vulkanik Krakatau itu diwarnai dentuman-dentuman keras. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gempa (PVMBG) menaikkan radius bahaya.
"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah," tutur Windi.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau menyandang status waspada atau level II sejak 26 Januari 2012. Lalu Anak Krakatau mulai kembali aktif melakukan erupsi sejak pertengahan 2018. (wis)