Jumlah tersebut menurun dari data sebelumnya yakni 430 korban meninggal dunia. Hal ini, kata Sutopo, disebabkan adanya data yang dicatat berulang di perbatasan Serang dan Pandeglang.
"Penurunan terjadi akibat adanya data korban yang double, sehingga data yang resmi hari ini rilis yakni 426 jiwa," kata Sutopo dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat.
Sementara total korban luka mencapai 7.202 jiwa, pengungsi 40.386 dan korban hilang 23 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Sutopo menjelaskan Pandeglang menjadi daerah yang paling terdampak karena memiliki pantai paling panjang yang dihuni hotel, vila, homestay dan rumah penduduk.
Di Pandeglang pun terdapat 11 kecamatan yang terdampak dengan total 288 orang meninggal dunia.
(ani/dea)