Hal itu ia katakan untuk merespons pernyataan Wakil Kepala Ulama PAS Negara Bagian Selangor, Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani yang menyindir band Seventeen dan mengimbau untuk menjauhi perbuatan maksiat.
Menurutnya, bencana yang hadir hanyalah sebuah ujian dari Tuhan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya saya kira tsunami tidak tidak (ada hubungannya dengan maksiat). Karena itu kan bencana. Itu kan memang ada yang sifatnya kan ujian kalau menurut agama itu," kata Ma'ruf saat ditemui di Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12).
Ma'ruf menegaskan bahwa peristiwa bencana tsunami di Pandeglang murni suatu kejadian bencana alam yang bisa menimpa siapapun.
Seperti dilansir Malay Mail pada Jumat, unggahan soal Seventeen itu dipasang oleh Wakil Kepala Ulama PAS Negara Bagian Selangor, Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani. Dia turut menyinggung soal kematian yang bisa datang kapanpun dan mengajak siapapun menjauhi perbuatan maksiat.
Cincin Api
Terkait hal itu, Ma'ruf menjelaskan bahwa letak Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik membuatnya sebagai negara yang rawan bencana alam, baik tsunami, gempa bumi dan gunung meletus.
Sama halnya dengan kejadian di Selat Sunda, ia menyatakan bahwa wilayah tersenut merupakan sangat rawan terhadap bencana karena terletak di dekat Gunung Krakatau yang sedang aktif.
"Ya memang negara kita ini negara yang berada di daerah-daerah yang banyak bencana karena strukturnya, ada lempengan-lempengan yang kemudian bisa terjadi. Itu sama seperti di Jepang misalnya kan, ada juga bencana tsunami di situ," kata dia.
Mantan Rais Aam PBNU itu lantas menyebut tak serta merta peristiwa bencana di suatu wilayah bisa dikaitkan dengan perbuatan maksiat masyarakat di wilayah tersebut. (rzr/asa)