"Kalau tidak kita lakukan persiapan dari sekarang kita krisis air, permukaan laut naik, krisis bahan bakar. Saudara-saudara, ini masalah," kata Prabowo, dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, yang diunggah di di laman facebook-nya, Minggu (30/12).
"Sudahkah antisipasi? 2025 enggak jauh dari sekarang," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyatakan hal tersebut dalam pidatonya saat tengah memaparkan soal syarat negara adil makmur. Ia mengatakan negara harus menjamin keamanan, pangan, energi, dan air. Sementara, ada sejumlah masalah dalam jaminan negara terhadap ketersediaan hal-hal tersebut.
Pertama, ketersediaan air. Hal itu, kata Prabowo, dibuktikan dengan tidak tersedianya air bersih bagi penduduk ibu kota negara sendiri.
Bahkan, katanya, krisis air itu diperparah dengan naiknya permukaan air laut. Dengan mengklaim berdasarkan data PBB, ia kembali menyebut bahwa air laut bahkan akan sampai ke kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Heboh waktu saya ungkap ini dulu. Tapi Menteri PU [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR] kabinet sekarang membenarkan saya. Memang ada peringatan PBB air pantai utara Jakarta akan masuk ke Bundaran HI. Berapa orang kehilangan rumah itu," ujarnya.
Penjual air bersih di depot pengisian air Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 Maret 2018. Warga terpaksa membeli air bersih karena air tanah di daerah itu tak layak konsumsi. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Guna mencegah hal itu, kata Basuki, pemerintah membuat kebijakan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang rencana awalnya dibangun Juli 2016 tapi hingga kini belum direalisasikan. Bentuknya, pembangunan tanggul raksasa.
"Saya kan pernah bilang dulu, [pesisir Jakarta] 15 tahun lagi akan tenggelam. Kita harus bikin tanggul," kata Basuki, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11).
"2025 Indonesia akan impor 100 persen BBM. [BBM] kita habis. 100 persen. 2 juta barel sehari [impor]," cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar mengakui Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan terbukti minyak bumi 3,3 miliar barel. Dengan asumsi produksi minyak konstan 800 ribu barel per hari (bph), Indonesia tidak mampu memproduksi minyak lagi dalam 11 hingga 12 tahun ke depan.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pada 2017, ia menyebut kebutuhan BBM dalam negeri ialah 1,3 juta barel per hari. Kebutuhan BBM itu dipenuhi dari produksi minyak mentah dalam negeri (sekitar 40 persen), impor minyak mentah (sekitar 28 persen), dan impor BBM (sekitar 28 persen).
(arh/sur)
Penjual air bersih di depot pengisian air Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 Maret 2018. Warga terpaksa membeli air bersih karena air tanah di daerah itu tak layak konsumsi. (
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (