Tiru Rusia, Prabowo Soroti Kebutuhan soal Menteri Bencana

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 11:05 WIB
Tiru Rusia, Prabowo Soroti Kebutuhan soal Menteri Bencana Capres Prabowo Subianto menyinggung soal perlunya satu menteri yang khusus menangani kebencanaan. (Tim Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut perlu ada satu menteri khusus yang menangani bencana. Hal ini tak lepas dari posisi Indonesia di wilayah cincin api atau ring of fire yang rawan bencana alam.

"Kita sudah tahu negara kita berada di wilayah yang sarat bencana alam; gempa, tsunami, letusan gunung berapi. Itu risiko negara kepulauan yang berada di ring of fire, di pasifik selatan," kata Prabowo dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, yang diunggah di di laman facebook-nya, Minggu (30/12).

"Di banyak negara, menteri yang nanganin bencana alam itu salah satu menteri terpenting. Rusia, menterinya jenderal bintang empat," ia melanjutkan.


Menurut Prabowo, risiko bencana alam yang besar di Indonesia harus disikapi dengan persiapan lengkap dalam hal teknologi dan logistik kebencanaan. Misalnya, cadangan pangan, pakaian, obat-obatan, dan juga tim reaksi cepat.

"Kita harus siap. Bagaimana siap teknologi, cadangan, kekuatan ekonomi, gudang-gudang makanan, gudang-gudang tenda, pakaian, obat-obatan, tim-tim yang bisa segera reaksi, harus siap di bawah kendali satu organisasi," tutur dia.

Hal ini dikatakannya terkait dengan syarat negara adil makmur. Bahwa, harus ada jaminan dari negara soal keamanan, pangan, energi, dan air.
Diketahui, penanganan kebencanaan di Indonesia tersebar di sejumlah kementerian/lembaga. Misalnya, Menteri Sosial menangani penyaluran cadangan beras pada masa tanggap darurat bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertugas menyampaikan informasi penanggulangan bencana dan mempertanggungjawabkan bantuan internasional dalam bencana.

Sementara, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengoordinasikan penyelamatan dan pencarian atau operasi SAR korban bencana. Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bertanggung jawab memasok informasi terkait potensi bencana.

Dalam catatan BPNB sepanjang 2018 ini ada ribuan bencana melanda Indonesia, ribuan orang tewas, ribuan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan jutaan jadi pengungsi.
Tiru Rusia, Prabowo Soroti Kebutuhan soal Menteri BencanaBencana tsunami di Pandeglang, Banten. CNN Indonesia/Safir Makki)

Data BNPB menunjukkan bencana paling banyak terjadi di Indonesia selama 2018 adalah puting beliung yang mencapai 750. Disusul Banjir 627 kejadian, tanah longsor 440 kejadian, gempa bumi 20 kejadian, tsunami satu kejadian. Ini belum termasuk bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) lalu.

Selain itu kebakaran hutan dan lahan 370 kejadian, kekeringan 129 kejadian, letusan gunung api 55 kejadian, dan gelombang pasang 34 kejadian.

Dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar. Bencana alam hingga 14 Desember 2018 telah menyebabkan 4.231 orang meninggal dunia dan hilang; 6.948 orang terluka; 9,9 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana. Bencana alam juga mengakibatkan 374.023 rumah rusak. Sementara untuk tsunami di Selat Sunda lebih dari 400 lebih orang meninggal.

Sementara itu soal menteri khusus bencana di Rusia, dikutip dari situs resmi pemerintah Rusia, koordinasi soal kebencanaan ditangani oleh Kementerian Pertahanan Sipil, Keadaan Darurat, dan Bantuan Bencana. Kementerian ini pernah dipimpin oleh seorang jenderal yang kemudian menjadi Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu.

(arh/sur)