"Pelaku dari mutilasi itu adalah kelompok DPO MIT Poso yang dipimpin oleh Ali Kalora Cs," kata Dedi di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (31/12).
Saat ini, kata Dedi, Satgas Tinombala telah mengantongi nama-nama pelaku mutilasi dan sedang dalam pengejaran. Polisi juga sudah mengetahui jenis senjata yang mereka gunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan awalnya Polres Parigi Moutong mendapatkan informasi penemuan potongan tubuh manusia di atas jembatan dari warga desa Salubanga, Minggu (30/12) pukul 15.00 Wita.
Polisi kemudian melakukan identifikasi. Potongan tubuh tersebut atas nama RB alias A berusia 34 tahun, berasal dari suku Toraja, Sulawesi Tengah yang bekerja sebagai pekerja ladang di desa Salu Banga.
Senin (31/12) pagi, pihak kepolisian dari Polres Parigi Moutong melakukan evakuasi tubuh korban mutilasi dibantu Reskrim Polres Parigi Moutong, Intel, dan masyarakat setempat sekitar 30 orang.
Menurut Dedi, setelah berhasil menemukan jasad tubuh korban mutilasi tersebut, mobil yang ditumpangi tim evakuasi dihadang oleh beberapa ranting serta pohon yang sengaja dibuat oleh kelompok MIT Poso.
Salah satu anggota kepolisian kemudian turun dari mobil untuk membuka ranting dan pohon yang mengahalangi laju kendaraan tersebut. Kemudian, imbuh Dedi, terjadi penembakan yang mengenai bahu dua petugas kepolisian Polres Parigi Moutong.
"Sementara itu, para pelaku penembakan melarikan diri ke atas gunung dan ke dalam hutan," ucap Dedi