Kata Dahnil, sebab itulah Prabowo memilih Sandiaga sebagai pasangannya di pilpres demi menghindari politik identitas, apalagi saat itu Joko Widodo telah memastikan menjadikan Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Umum MUI sebagai cawapres.
"Sejak awal Pak Prabowo komitmen untuk tidak gunakan politik identitas dalam kampanye, makanya pilihan beliau jatuh kepada Bang Sandi. Agar pertarungan pilpres tidak seperti kontestasi identitas," kata Dahnil di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (31/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kemudian justru ada tuduhan-tuduhan untuk Pak Prabowo kalau dia lakukan politik identitas. Bahkan enggak mau jadi imam salat juga dikait-kaitkan," kata Dahnil.
Menurut dia, politik model fitnah seperti itu harus dihentikan karena sejak awal Pak Prabowo dan Sandi hanya ingin membawa kampanye pada isu ekonomi, politk, budaya.
"Tidak masuk pada isu wilayah menyerang pribadi apa lagi terkait isu SARA," ucapnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Dahnil juga menyindir Ketua Tim Kampanye Nasional yang justru menyebut Jokowi-Ma'ruf sering 'diserang' dengan isu-isu negatif dan fitnah.
Justru kata dia, pihaknyalah yang selalu diserang dengan isu-isu negatif dan fitnah.
"Kemudian Erik Thohir nyebut mereka selama ini diserang terus. Engga kok, justru kami yg selama ini diserang, tapi ya kami enggak pada posisi ofensif kami tak mau besarkan masalah," kata dia.
Lihat juga:Sandiaga soal Tes Baca Alquran: No Problemo |