Kepala SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiq mengatakan bahwa tim SAR menggunakan alat seadanya, yaitu berupa alat semprotan air bertekanan tinggi dalam mengevakuasi korban longsor di Sukabumi.
"Sekarang kami tim SAR kembali ke lokasi bencana. Semalam sudah ambil alat untuk bantu proses evakuasi, di antaranya satu alat alkon penyemprot air untuk menghancurkan tanah," kata Okih ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan berdasarkan kesepakatan Polres dan tim SAR, proses penyelamatan tidak menggunakan alat berat mengingat kondisi tanah lembut dan curah hujan yang masih terus terjadi di lokasi bencana.
Lihat juga:Delapan Orang Tertimbun Longsor di Sukabumi |
"Evakuasi korban longsor terus dilakukan di Desa Sirnaresmi Kec Cisolok Kabupaten Sukabumi. Hingga 1/1/2019 pukul 02.30 WIB, tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor di mana: 2 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 61 orang di pengungsian, 41 orang belum ditemukan," kata Sutopo melalui akun media sosialnya, Selasa (1/1).
[Gambas:Twitter] (mik)