"Hujan deras memaksa evakuasi korban dihentikan pada pukul 14.00 WIB karena membahayakan petugas jika dilakukan evakuasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu dini hari.
"Selanjutnya evakuasi akan dilanjutkan Rabu pagi oleh tim SAR gabungan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kali ini, setelah melakukan pendataan ulang dengan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat, Sutopo mengatakan yang tertimbun adalah 101 jiwa.
Dua alat berat disebut telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor.
Sutopo juga menyebut sudah ada empat kali longsor susulan yang terjadi dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup berbahaya bagi tim SAR gabungan di lapangan, terutama ketika turun hujan.
Apalagi, daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.
"Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi," kata Sutopo.
Sutopo juga mengatakan tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian 20 korban yang diduga masih tertimbun longsor.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik. (end)