"TKN akan mempertimbangkan untuk membawa kasus penyebaran hoax yang diduga dilakukan oleh Andi Arief ini ke ranah hukum, kecuali yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf dan mengakui perbuatan menyebarkan hoax tersebut," Wakil Ketua TKN Arsul Sani dalam pesan singkat," Kamis (3/1).
Arsul menilai hoaks yang dilakukan oleh Andi sudah sangat kelewatan. Selain fitnah, hoaks yang disebarkan oleh Andi dianggap telah mencoreng nama baik pasangan Jokowi-Ma'ruf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
"Ajakan Ketua Umumnya, Pak SBY mengajak agar menjaga ketenangan, kesantunan dalam berkontestasi," ujarnya.
"Polisi harus segera bertindak untuk mengungkap apakah ada niatan untuk mengacaukan ataupun menggagalkan pemilu dibalik menyebarnya informasi sesat tersebut," ujar Baidowi.
Bahkan ia mengaku prihatin hoaks tersebut juga telah menguras pikiran dan tenaga KPU dan Bawaslu.
Lebih dari itu, Baidowi mengimbau seluruh elite politik tak berpartisipasi menyebar kebohongan. Sebab, ia menilai hoaks sangat mudah menyebar dan semakin tak bisa dipertanggungjawabkan di era media sosial saat ini.
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berpelukan dengan bakal capres Prabowo Subianto (kanan), Jakarta (12/9/2018). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Salah satu yang menyebarkan kabar ini adalah Andi Arief. Dalam cuitannya pada Rabu (2/1) pukul 20.05 WIB, ia menyatakan, "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok." Namun, cuitan itu tak tampak lagi akunnya pada Kamis (3/1).
Soal seruan TKN itu, Andi Arief sendiri belum menanggapinya. Namun, ia sempat mencuitkan soal apresiasi terhadap KPU dan Bawaslu yang sudah mengecek isu kontainer berisi surat suara tercoblos itu.
[Gambas:Twitter]
"Wah tuit kontainer jadi rame. Saya enggak ngikuti karena tertidur. Baguslah kalau KPU dan Bawaslu sudah mengecek ke lokasi. Soal beredarnya isu harus cepat menanggulanginya. Enggak bisa dibiarkan dengan pasif. Harus cepat diatasi," ucapnya, Kamis (3/1) pukul 07.31 WIB.
(arh/jps/sur)
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berpelukan dengan bakal capres Prabowo Subianto (kanan), Jakarta (12/9/2018). (