Yang jelas, kata dia, berapa pun jumlahnya Indonesia memang memiliki masalah utang yang cukup besar.
"Itu tergantung kursnya, nanti dihitung saja sendiri waktu dia [Prabowo] menyebutnya berapa," kata Sandi di Gedung Dewan Dakwah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi, yang saat itu melihat seorang ibu menggendong balita bernama Ifa, mengaku berharap Ifa dan balita lainnya tak menanggung beban utang pemerintah saat ini.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir, punya utang. Utangnya kurang lebih, 600 dolar. Jadi iya, utang kamu itu 600 dolar. Kurang lebih 600 dolar itu, berapa ya? Ya sekitar sembilan juta. Anakmu baru lahir, utang sudah sembilan juta," kata dia.
Terkait perbedaan utang itu, CNNIndonesia.com melakukan perhitungan berdasarkan nilai kurs saat Sandi dan Prabowo bicara soal utang.
Saat Prabowo bicara utang 17 Desember lalu, berdasarkan data Bloomberg kurs rupiah terhadap dolar Amerika mencapai Rp14.520; Sementara pada 26 Desember atau sehari setelah Sandi bicara utang, nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika sebesar Rp 14.557.
Dalam kasus Sandi, CNNIndonesia.com melakukan perhitungan pada 26 Desember karena perdagangan libur pada 25 Desember. Dari perbedaan nilai itu, selisih kursnya hanya Rp37 atau hanya 0,25 persen.
"Tapi intinya bahwa kita punya masalah utang sudah di atas Rp5 ribu trilun dan itu kita warisi kepada anak cucu kita," kata Sandi.
Lebih lanjut kata Sandi, pihaknya pun terus berkomitmen untuk mengurangi utang-utang Indonesia yang kini semakin menumpuk.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Prabowo-Sandi ingin mengubah tren itu. Kita ingin pengelolaan yang lebih disiplin dari keuangan kita, kita ingin kuatkan ekspor kita, kita tingkatkan penerimaan kita, kita kurangi pengeluaran kita, kita kurangi impor kita sehingga kita punya dana lebih mulai mencicil utang," kata Sandi. (tst/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi