Said mengatakan kunjungan ini merupakan silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa polemik pembakaran bendera tauhid yang sempat terjadi beberapa waktu lalu telah selesai.
"Jadi mereka datang kemari untuk mempertegas hubungan NU dengan masyarakat Saudi. Ya, meski ada gesekan, kadang-kadang, tapi ini akan bawa berkah," ujar Said.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said mengaku sempat tersinggung dengan kicauan Osammah tersebut. Sebab, faktanya pelaku pembakaran bendera itu telah dijatuhi hukuman dan permasalahan pun telah dibahas bersama Menkopolhukam Wiranto hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kendati masih menjabat sebagai Wakil Dubes atau Kuasa Usaha Kedubes Saudi, namun menurut Said mengklaim Yahya sudah menjadi dubes definitif pengganti Osammah.
Dalam kesempatan yang sama, Yahya menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bertujuan mempererat hubungan persaudaraan Indonesia dengan Saudi.
Di mata pemerintah Saudi, Indonesia terkenal dengan jumlah penduduknya yang mayoritas beragama Islam.
"Ada ikatan spiritual dengan umat Islam di Indonesia yang sangat banyak dengan Makkah-Madinah. Ini pertama kali kunjungan dan mudah-mudahan saling manfaat dan menguntungkan," ucapnya.