Pernyataan Ma'ruf ini merespons tudingan hanya dirinya yang tak memiliki pengalaman debat di pilpres maupun pilkada dibandingkan kandidat capres-cawapres lainnya.
Ma'ruf menyatakan dirinya sudah terbiasa untuk berdebat dengan anggota dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di berbagai forum pertemuan atau rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Prabowo dan Jokowi sendiri telah berpengalaman sebagai peserta debat capres Pilpres 2014. Sedangkan Sandiaga Uno pernah menjalani debat Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai calon wakil gubernur
Ia menyatakan perbedaannya hanya terletak pada tema dan jumlah penonton yang menyaksikan debat tersebut.
"Ya tapi tentu [tema] debatnya berbeda, tinggal apa yang diperdebatkan tentu ya, kalau debatnya sih sama aja. Cuma ini memang ditonton oleh masyarakat se-Indonesia ya," kata dia.
Di sisi lain, Ma'ruf menyatakan dirinya telah mempersiapkan kesiapan mental di samping penguasaan materi debat untuk menghadapi Prabowo-Sandiaga.
Ia pun menyebut telah mempersiapkan tim khusus untuk memberikan rekomendasi dan berbagai materi yang dibutuhkan saat debat.
"Tim materi debat kemarin sudah ke sini, besok nanti Minggu juga untuk meng-update terus. Dan saya harus juga terus mempersiapkan diri untuk gimana itu menyiapkan materi debat itu," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menghelat debat perdana paslon peserta Pilpres 2019. Temanya adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
Sejauh ini telah ada delapan orang yang akan menjadi panelis dalam debat tersebut.
Mereka adalah pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pakar tata negara Bivitri Susanti, koordinator ICW Adnan Topan Husodo, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto, dan pakar tata negara Margarito Kamis.
Lihat juga:Ketua KPK Didorong Jadi Panelis Debat Capres |