Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi baru mendatangi rumah yang berlokasi di Kedaton, Bandar Lampung itu setelah beredar kabar penggerudukan rumah yang disangka rumah milik Andi Arief yang viral di media sosial.
"Bukan penggerebekan, setelah ramai viral dicek sama petugas di sana," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik sebelumnya mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera memberi penjelasan ikhwal percobaan penjemputan paksa Andi Arief oleh polisi di Lampung.
"Apabila Andi menjadi target operasi Polisi, maka kami menilai Polisi telah melakukan excessive use of power yang sepenuhnya tidak bisa diterima," kata Rachland dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Rachland mengatakan Andi Arief bukan pelaku kriminalitas yang dapat memberi polisi justifikasi masuk akal terhadap upaya penjemputan paksa terhadapnya.
[Gambas:Twitter]
Andi sebelumnya menyampaikan bahwa rumahnya di Lampung didatangi dua mobil Polda Lampung yang mengaku dari bagian urusan siber. Dia pun mempertanyakan kesalahan yang dilakukannya sehingga diperlakukan seperti itu.
"Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan," kata Andi via akun Twitternya, Jumat (4/1).