Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur kepada Antara di Pekanbaru, mengatakan cuaca panas dan angin kencang membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.
"Jika kemarin luas kebakaran 15 hektare, hari ini terus meluas hingga mencapai 20 hektare. Tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sana," kata Jim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, asap juga sangat tebal sehingga tim gabungan TNI, Polri dan Manggala Agni serta BPBD setempat harus ekstra waspada. "Aksesnya susah, masuk ke hutan. Tim turun semua dan kita juga turut membantu peralatan dari BPBD Provinsi," ujarnya.
Sementara itu Kepala Polsek Tanah Putih Kompol L Simatupang menjelaskan kebakaran di Kecamatan Tanah Putih tepatnya Desa Mumugo meluas hingga ke Sungai Sembilan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Secara administratif, kedua lokasi itu berdekatan.
Menurut dia, salah satu cara mengatasi kebakaran adalah mencegah titik api terus meluas. Dia mengatakan tim gabungan berupaya memblokir titik api dengan membuat parit serta membersihkan semak yang berpotensi mudah terbakar.
"Mohon doanya agar kebakaran dapat segera dikendalikan," tuturnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat mendeteksi tujuh titik panas yang mengindikasikan karhutla di Riau, Jumat.
Kelima titik api tersebut, kata Bibin, menyebar di Rokan Hilir tiga titik dan dua titik lainnya di Kota Dumai. Di Rokan Hilir, tiga titik api dengan tingkat kepercayaan mencapai 93 persen menyebar di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih.
"Sementara di Dumai titik api terdeteksi di Kecamatan Dumai Barat dengan tingkat confidence 83 persen," tuturnya (wis/antara)