Hal itu ia katakan untuk membantah pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengatakan Jokowi-Ma'ruf telah membuat bobotoh tercemar kepentingan politik Pilpres 2019.
Meski netral secara institusi, Maman menyatakan anggota Bobotoh tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKB itu menyatakan kepedulian anggota bobotoh dalam politik ditunjukkan dengan memberikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Maman mengklaim bobotoh bakal solid memberikan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Ia pun memprediksi enam juta suara anggota bobotoh di seluruh Jawa Barat bakal mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Selain itu, Maman optimistis dukungan bobotoh bakal memperkuat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat.
Lebih lanjut, ia merasa yakin dukungan bobotoh itu memberikan sinyal pasangan Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan Pilpres di wilayah Jawa Barat.
"Saya tahu persis bahwa dukungan bobotoh murni, dan ini jadi sinyal Jabar akan dimenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata dia.
Polemik soal bobotoh bermula dari deklarasi sebagian bobotoh mendukung Jokowi-Ma'ruf pada Rabu lalu di kediaman Ma'ruf. Atas hal itu oposisi menilai kubu Jokowi telah mempolitisasi sepak bola.
Demokrat lewat Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Ferdinand Hutahaean menyatakan sepak bola seharusnya dijauhkan dari kepentingan politik.
"Harusnya pak Kiai Ma'ruf mengerti dunia olahraga itu harus bersih dari unsur unsur politik dan kepentingan politik. Tapi justru pak Kiai Ma'ruf Amin sebagai cawapres membawa sepak bola ke ranah politik," ujar Ferdinand. (rzr/wis)