Tim Prabowo Bantah Arahkan Warga Acungkan Dua Jari ke Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 15:45 WIB
Tim Prabowo Bantah Arahkan Warga Acungkan Dua Jari ke Jokowi Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik menyebut merupakan hati nurani rakyat yang menyalamkan Jokowi dengan salam dua jari. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik membantah jika ada tim di kubu Prabowo-Sandi merekayasa masyarakat untuk sengaja mengacungkan dua jari ke calon presiden nomor urut satu Joko Widodo.

Hal tersebut menanggapi beredarnya foto dan video sekumpulan massa di salah satu daerah yang menyambut kehadiran Jokowi dengan acungan dua jari. Acungan dua jari sendiri saat ini identik dengan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

"Tidak ada settingan, itu kan aspirasi masyarakat. Emang maunya begitu. Ribet amat kami nyeting begitu," kata Taufik di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu (6/1).



Taufik pun mengklaim, apa yang terjadi merupakan keinginan langsung dari masyarakat yang sesuai hati nuraninya sendiri. "Jadi itu langsung dari masyarakat, nuraninya sendiri yang ingin mereka sampaikan," kata Taufik.

Taufik kembali mengklaim, bahwa fenomena tersebut tidak hanya di daerah tertentu. Di wilayah lain seperti Jawa Tengah, masyarakat sudah mulai berani untuk terang-terangan mendukung Prabowo-Sandi.

Dia mengatakan, hal ini terlihat sejak BPN membuka posko-posko di Jawa Tengah, di mana banyak masyarakat yang ingin daerahnya juga dibuat menjadi kantor pemenangan Prabowo-Sandi.

"Saya kira sekarang semua daerah bangkit. Apalagi di Jawa Tengah, sekarang udah ada keberanian muncul setelah kami siapkan kantor seknas. Muncullah di beberapa kabupaten yang ngusulin untuk dijadiin kantor pemenangan," kata Taufik.


Sementara itu Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai soal beredarnya foto itu.

Aria pun menduga massa tersebut telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang.

"Walah, model beberapa kali itu," ujar Aria melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Namun, Politikus PDI Perjuangan ini memaklumi aksi massa tersebut. Oleh sebab itu ia mengaku tak akan meresponsnya secara berlebihan.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.



Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo. (ryh/ain)