Diketahui, Bima Arya yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengacungkan satu jari telunjuknya saat menemani Ma'ruf Amin di Bogor.
"Berarti memang paslon 02 didukung oleh mesin partai politik yang sama sekali tidak solid," tutur Romi di kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu malam (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romi juga menyebut hal serupa terjadi di wilayah Jawa Timur dan Papua. Dia mengklaim Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Papua eks Ketua DPD Demokrat Papua Lukas Enembe pun mendukung Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan pandangan masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.
Romi lantas membeberkan sesuatu. Dia mengklaim partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum optimal menggerakkan mesinnya. Diketahui, Prabowo-Sandi diusung oleh Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN.
Romi mengklaim hal tersebut berdasarkan hasil temuan timnya di lapangan. Menurut Romi, kondisi demikian berbanding terbalik dengan mesin partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.
"Jadi memang kita melihat ketimpangan yang luar biasa itu sekaligus menjadi keuntungan bagi kami," kata Romi.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendampingi calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat bersilaturahmi ke pondok pesantren Al Ghazaly, Sabtu (5/1).
Bima Arya sempat mengacungkan satu jari telunjuknya saat mendampingi Ma'ruf. Padahal, Bima adalah kader PAN yang merupakan partai pengusung Prabowo-Sandi.
Melihat apa yang dilakukan Wali Kota Bogor tersebut, Ma'ruf yang memang mendapat nomor urut 01 dalam kontestasi Pilpres 2019 itu pun ikut mengacungkan satu jari.