Diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pilpres melalui Ijtima Ulama II.
"Kalau dia dipilih ulama, kenapa dia takut diajak tes membaca Alquran," ucap Rommy saat pidato di acara Harlah ke-46 di kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu malam (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau presiden pilihan ulama dia harus memenuhi syarat yang ditentukan oleh kitab, syariah dan ulama," kata Romi.
Kubu paslon nomor urut 01 menyatakan siap. Baik Jokowi maupun Ma'ruf Amin tidak keberatan untuk menghadiri tes yang akan dihelat Ikatan Dai Aceh tersebut.
Terpisah, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno juga menyatakan tak gentar. Namun, dia hanya ingin menghadiri jika tes basa Alquran itu telah ditetapkan oleh KPU sebagai rangkaian dari pilpres.
"Kami sudah sampaikan kemarin, bahwa apapun keputusan KPU kami ikuti saja dan tidak menjadi masalah buat saya," ujar Sandiaga Uno di kantor Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Desember 2018.
Sandi mengaku lebih ingin pilpres diisi dengan adu gagasan soal perbaikan ekonomi. Menurut dia, memang aspek tersebut yang kini menjadi perhatian masyarakat.
Sementara itu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto belum angkat suara. Sejauh ini baru tim suksesnya yang memberi sinyal tidak akan memenuhi tes undangan baca Alquran dari Ikatan Dai Aceh.
"Tanggal 15 Januari jelas pak Prabowo persiapan untuk debat. Kan 17 Januari debat," tutur Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade, 30 Desember 2018.