Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyebut format debat baru ini memberi jalan agar perdebatan politik ke arah lebih baik.
Pramono menjelaskan format debat selama ini yang cenderung spontan, membuat pasangan kandidat tidak sempurna menyampaikan gagasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya wakil-wakil tim kampanye yang hadir di dalam rapat, yang ikut menyepakati hasil rapat itu, punya tanggung jawab menjelaskan ke koalisinya, kepada sesama jubir tim koalisi masing-masing, juga pada konstituennya," ucap dia.
"Jika ada tim kampanye dan paslon yang keberatan atau dirugikan atau merasa susah menggunakan metode pertama, kita terbuka untuk diskusi kembali untuk duduk bersama," katanya.
Sebelumnya, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mempermasalahkan penyerahan soal materi debat kandidat capres-cawapres sebelum penyelenggaraan.
Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean, menganggap KPU menciderai semangat debat. Ia berpendapat debat nanti hanya akan menjadi ajang pura-pura debat lantaran paslon sudah mengetahui yang akan ditanyakan moderator.
"Memberikan daftar pertanyaan seminggu sebelum debat sama saja menjadikan debat ini sebagai ajang lomba menghafal," tutur Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/1). (dhf/dea)