Saking terus-terusannya dilabeli PKI itu, Mega berseloroh kalau benar dirinya adalah PKI, seharusnya ditangkap oleh kepolisian. Tapi kenyataannya, dia tak pernah berurusan dengan hukum.
"Loh kok saya dibilang PKI, nah kok sampai hari ini enggak ditangkap [polisi] ya," kata Megawati saat berpidato di hadapan puluhan kelompok milenial yang hadir dalam acara 'Megawati Bercerita' di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega, panggilan akrab Megawati, bercerita bahwa pemerintah Orde Baru akan kebobolan kala itu kalau memang dirinya merupakan kader PKI. Pasalnya, Mega pernah duduk sebagai anggota DPR ketika Soeharto berkuasa saat itu.
"Dari zamannya Soeharto saya dibilang PKI mulu, tapi kenapa saya bisa duduk di DPR?" ucap Presiden RI ke-5 tersebut.
"Dulu seluruh anggota DPR di litsus, artinya kalau dilitsus kok enggak tahu saya orang PKI? Kalau benar saya PKI kok buktinya saya diloloskan? Bisa jadi ketum, bisa saya anggota DPR 3 kali lagi," ujar dia.
"PKI melulu PKI, PKI, rakyat yang di bawah, yang masih belum terpelajar itu dipikir ngerti. Apa sih PKI, ada lagi Jokowi PKI," kata Mega.
Tak cuma itu, Mega juga heran Joko Widodo juga 'kena imbas' dengan label PKI. Bahkan Jokowi juga dituding antek Cina dan asing.
Kendati begitu, Mega tak mau ambil pusing soal kabar bohong yang kerap menimpa dirinya dan Jokowi. Ia mengaku akan tetap menjalani Pilpres 2019 dengan jujur dan terhormat.
"Biarin ajalah dibilangin begitu, kita jalan aja. Itu orang sentimen aja, karena kepingin menang? Menang itu mustinya dengan terhormat dong," kata dia.
"Pemuda harus punya jiwa pemimpin, untuk apa menyebar kebencian. Saya bilang anak muda sekarang cengeng, buat apa bikin hoaks? Bully?" kata dia. (rzr/osc)