Hal itu lantaran selama ini dia selalu mendengar tuduhan kebocoran pertanyaan debat. Total sudah empat kali dia mendengar isu soal kebocoran pertanyaan ini.
"Saya kira dengan dibuka pertanyaan kandidat, saya mengapresiasi, tidak ada lagi yang merasa tidak mendapat bocoran," ujarnya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga tidak takut dengan tertutup, kami juga tidak takut, paslon kami sangat terbuka. Mau terbuka atau tertutup, tapi konsesusnya kami berikan supaya tidak suudzon, buka aja sekalian," kata Aria.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan pihaknya lebih ingin memperlihatkan soal logika paparan visi tentang Indonesia dari para kandidat. Yang ingin dicapai KPU dari para capres-cawapres bukan seperti ulangan matematika, bahwa satu ditambah sama dengan dua.
"Ini bukan seperti ulangan. Ini yang diminta bukan sekadar menjawab satu tambah satu sama dengan dua, dua tambah dua sama dengan empat, bukan begitu. Tapi logika untuk merangkai, menjelaskan sebetulnya Indonesia ke depan bagaimana," kata dia.
Meski pertanyaan sudah dipersiapkan dan diberitahukan kepada masing-masing pasangan calon, lanjut Arief, pihaknya menyadari betul bahwa digelarnya debat harus tetap mengedepankan unsur perdebatan dan beradu ide antar pasangan calon.
"Untuk sesi kali ini yang dibahas empat itu. Hukum, korupsi, terorisme, dan HAM bagaimana," ujar Arief usai pelantikan Komisioner KPU kabupaten/kota se-Sumatera Selatan di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (7/1).