Kapolres OKU Timur Ajun Komisaris Besar Erlin Tangjaya membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menduga keempat tersangka merupakan komplotan perampok asal Lampung.
Erlin menjelaskan pengejaran ini bermula ketika keempat perampok menyatroni rumah Sumarno (48).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kejadian, pelaku melarikan diri dan korban langsung melapor ke kepolisian. Kita langsung kerahkan anggota dan melacak jejak para pelaku," ujar Erlin.
Dalam hitungan jam, petugas menemukan posisi para pelaku. Saat hendak ditangkap, komplotan perampok justru melawan dan melepaskan tembakan beberapa kali ke polisi. Polisi pun membalas. Baku tembak tak terelakan. Dalam kejadian ini, polisi menembak mati semua pelaku.
"Saat kami kepung mereka melawan dengan menembakkan senjata api rakitan. Petugas pun melepaskan tembakan balik ke arah pelaku karena membahayakan petugas. Para tersangka tewas dalam baku tembak," ujar dia.
Jenazah pelaku saat ini tengah berada di kamar mayat RSUD Lengot Martapura, OKU Timur.
Dari tangan para pelaku polisi menyita barang bukti berupa beberapa barang hasil rampokan, sebilah samurai, sebilah pisau, dan tiga pucuk pistol rakitan. Dibantu warga, petugas masih mencari sepucuk pistol rakitan lagi yang dibuang pelaku ke persawahan.
"Sesuai instruksi dari Kapolda Sumsel, kami tidak segan memberikan tindakan tegas bagi pelaku jika melawan atau membahayakan nyawa warga dan petugas. Ini efek jera bagi pelaku kejahatan lain," kata Erlin. (idz/osc)