Hal itu dilontarkan merespons pernyataan Arya bahwa BPN meminta KPU membocorkan pertanyaan debat satu minggu sebelum acara.
Imelda membantah itu. Sebaliknya, Imelda mengklaim BPN justru tak sependapat jika daftar pertanyaan diberikan terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya Sinulingga. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Imelda mengaku hadir dalam dua rapat bersama KPU masing-masing tanggal 26 dan 30 Desember. Dua rapat itu disebut Imelda membahas moderator pada debat pertama dan siapa yang menyampaikan visi misi tanggal 9 Januari.
"Ada moderator yang dicoret, panelis yang dicoret dan visi misi yang harusnya difasilitasi KPU justru dibatalkan, tidak perlu dijelaskan atas kehendak siapa. Biar publik yang menilai. Tidak pernah dalam dua kali pertemuan yang saya hadir tersebut dibahas urusan daftar pertanyaan," katanya melanjutkan.
"Cawapres takut Debat. Saya kira publik tahu lah siapa yang tong kosong nyaring bunyinya," katanya.
Dalam debat nanti Prabowo-Sandi disebut akan menyampaikan solusi berdasarkan visi dan misi paslon untuk lima tahun ke depan.
Imelda mengatakan Prabowo-Sandi menganggap forum debat capres sebagai penegasan bahwa Pilpres adalah kontestasi substantif untuk memberi pilihan terbaik bagi rakyat.
"Sayang sekali jika Debat Pilpres dikesankan seperti 'cerdas cermat' (yang tiap jawaban ada nilai) yang memerlukan bocoran atau contekan. Karena publik justru ingin melihat kemampuan dan spontanitas pemimpin dalam menjelaskan masalah bangsa," lanjutnya.
Arya Sinulingga. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)