Pernyataan itu merespons kritik dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan bocoran soal debat membuat jawaban dari kandidat tidak murni karena sudah dirancang tim sukses.
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan debat kandidat capres-cawapres akan terbagi dua bagian. Selain menjawab pertanyaan dari panelis, kandidat juga akan saling cecar pertanyaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menyampaikan JK tidak perlu khawatir karena debat akan semi terbuka. Dengan format baru ini orisinalitas kandidat masih akan terlihat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan kekecewaan terhadap format baru debat kandidat capres-cawapres. JK menyebut jawaban yang akan disampaikan ketika debat tak murni berasal dari paslon, melainkan dari tim sukses.
"Kalau itu dibuka duluan berarti yang menjawab tim, padahal yang mau diuji adalah yang bersangkutan pribadi. Jadi kurang pas itu karena [jawabannya] dirapatkan oleh tim, yang pantas jadi wapres [ialah] tim itu dong," ucap JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (8/1).
KPU diketahui bakal menggunakan dua format saat debat pilpres perdana pada 17 Januari mendatang, yakni terbuka dan tertutup. Pada format pertanyaan terbuka, KPU mengirimkan pertanyaan kepada para paslon sekitar sepekan sebelum debat dilaksanakan. Ada 20 pertanyaan namun hanya tiga di antaranya yang akan diajukan saat debat berlangsung.
Putusan KPU ini kemudian mendapat kritik dari sejumlah pihak. Namun tim paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut bahwa 'bocoran' pertanyaan ini merupakan permintaan dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)