Sebab, menurut Fadli, Bagus Buwana Putra yang ditangkap kepolisian karena diduga membuat hoaks tersebut bukan bagian dari relawan yang terdaftar.
"Dalam soal-soal yang seperti itu, kami berharap ada informasi yang akurat. Jangan kemudian mereduksi atau menarget itu sebagai bagian dari tim kami," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (9/1).
Fadli menegaskan bahwa setelah penelusuran pihaknya tidak menemukan nama Bagus dalam daftar relawan yang terdaftar di BPN Prabowo Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli juga merasa kubu Prabowo-Sandi selalu dirugikan dalam banyak hal, termasuk yang terkait dengan penegakan hukum dan kasus hoaks ini. Dia juga menyebut penegakan hukum cenderung tumpul kepada pihak yang dekat dengan penguasa, tapi justru tajam terhadap kelompok oposisi.
"Hukum sekarang ini jadi instrumen politik dan makin telanjang dan semakin nyata sebagai instrumen politik," katanya.
Bagus diduga terlibat dalam pembuatan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos kolom pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Bagus merupakan tersangka keempat dalam kasus ini. Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni HY, LS, dan J. Ketiga orang tersebut diduga berperan dalam menerima konten hoaks tanpa mengonfirmasi kebenaran isi konten dan langsung menyebarkannya melalui akun Facebook.