BMKG Bantah Ada Tsunami di Tapanuli, Warga Sempat Berhamburan

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 10:33 WIB
BMKG Bantah Ada Tsunami di Tapanuli, Warga Sempat Berhamburan Ilustrasi lokasi pasca-tsunami. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan sensor BMKG tidak mencatat aktivitas kegempaan di Tapanuli, Sumatera Utara, dan sekitarnya. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu tsunami yang beredar pada Kamis (10/1).

"Kami segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya," kata Rahmat dikutip Antara.

Pernyataan itu menjawab kekhwatiran warga Sibolga dan Tapanuli Tengah yang sempat berhamburan dari rumah pada Kamis dini hari setelah beredar isu tsunami.



Selain itu, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara yaitu di Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan. Pihaknya hanya menemukan gejala normal pasang surut harian.

Dia menambahkan BMKG juga melakukan pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga dan Nias. Hasilnya, pihak BMKG tidak menemui gejala peristiwa tsunami.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Namun dia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan selalu memantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG.

BMKG Bantah Ada Tsunami di Tapteng, Warga Sempat BerhamburanIlustrasi warga mengungsi akibat tsunami. (AFPTV)
Sebelumnya, warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, panik setelah beredar isu akan terjadi tsunami. Warga berusaha menyelamatkan diri ke arah pegunungan dan perbukitan terdekat.

"Begitu cepat informasi itu tersiar, sehingga kami pun panik dan ikut menyelamatkan diri. Karena tetangga dan juga warga lainnya sudah berhamburan meninggalkan rumah masing-masing. Informasi yang sampai ke kami akan terjadi tsunami karena air laut di Sibolga-Tapteng sudah surut," kata Delora Sinaga, warga Sibolga.


Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga mendapat kabar yang sama. Namun ia bersama Kapolres Sibolga Ajun Komisaris Besar Edwin Hariandja turun ke pinggir laut untuk memastikan apakah benar air laut surut.

"Saya bersama dengan Kapolres Sibolga sudah meninjau ke tepi laut, semuanya aman-aman saja. Bahkan sudah kita minta dari pihak Penanggulangan Bencana untuk melakukan pengecekan ke BMKG pusat, dan hasilnya tidak benar akan terjadi tsunami," katanya.

Sementara itu Kapolres Tapteng Ajun Komisaris Besar Sukamat mengatakan begitu melihat reaksi masyarakat yang panik, ia langsung memerintahkan personelnya untuk patroli keliling demi memastikan keamanan di rumah dan tempat permukiman masyarakat yang ditinggal penghuninya.

Isu terkait tsunami juga beredar di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Warga setempat sempat mengungsi ke lokasi lebih tinggi karena takut akan terjadi tsunami.

"Kami sudah dengar isunya, dan hari ini kami tidak izinkan anak-anak sekolah karena takut jika benar akan terjadi tsunami," kata Juli, warga Kota Gunungsitoli.

(Antara/pmg)