Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya menduga bom palsu itu dikirim ke rumah Agus hanya untuk menakut-nakuti. Ia pun menyatakan penyidik telah bergerak untuk mengungkap pelaku yang menaruh bom palsu itu di pagar rumah Agus.
Dia menerangkan, hal tersebut merupakan kesimpulan dari hasil analisa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Iqbal mengakui bahwa bom tersebut bermaterikan sejumlah elemen yang biasa digunakan dalam membuat bom.
Namun, lanjutnya, elemen-elemen itu tidak dalam satu rangkaian. Bom itu juga dinyatakan palsu karena tidak memiliki detonator.
"Memang ada sejenis paralon ada juga kabel-kabel, ada baterei tetapi tidak merupakan satu rangkaian firing devices yang selayaknya bom, detonator tidak ada sama sekali," ujarnya.
"Ditemukan juga serbuk putih, semen putih, tapi setelah dianalisa Puslabfor bukan explosive, bukan black powder, TATP (triacetone triperoxide), dan lain-lain."
Benda itu ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB atau beberapa saat setelah benda diduga bom molotov dilempar oleh orang tak dikenal ke rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan.
Lihat juga:Laode KPK: Ada Dua Bom, Satu Meledak |
Menyikapi dua insiden ini, penyidik dari Polda Metro Jaya dengan bantuan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sudah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti. Tidak ada korban terkait teror di kedua rumah pimpinan lembaga anti rasuah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT