Namun, Fachry tak mengungkapkan alasan Kementerian PUPR membatalkan rencana pembangunan rusun tersebut.
"Kalau untuk yang membangun dari PUPR memang sepertinya tidak lanjut," kata Fachry saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachry menuturkan rencana yang disiapkan untuk pembangunan di kawasan Pasar Minggu adalah dengan menggunakan konsep mix used, yakni area yang terbagi untuk kawasan pasar, rusun, serta area komersil.
Lebih dari itu, Fachry mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) pedagang pasar. Namun, TPS tersebut sudah satu tahun tak digunakan.
Menurutnya, TPS itu baru akan digunakan oleh pedagang pasar ketika sudah ada kepastian soal pembangunan rusun.
"Apabila pasar mulai dibangun maka TPS tersebut tetap akan dipergunakan," ucap Fachry.
Kemudian untuk pengelolaan pasarnya diserahkan kepada BUMD DKI, yakni Perumda Pasar Jaya. (dis/osc)