Soal Pemimpin Berpengalaman, BPN Bandingkan Jokowi dengan SBY

CNN Indonesia | Minggu, 13/01/2019 14:33 WIB
Soal Pemimpin Berpengalaman, BPN Bandingkan Jokowi dengan SBY Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, menilai Joko Widodo adalah pemimpin berpengalaman, tapi berpengalaman gagal. Pernyataan itu merespons saran Jokowi ke ribuan pengemudi ojek online untuk memilih pemimpin berpengalaman di Pilpres 2019.

Ferdinand mengatakan pengalaman Jokowi tidak seberapa dibanding presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

"Betul kita harus memilih pemimpin yang punya pengalaman, tapi yang berhasil bukan gagal seperti Pak Jokowi. Yang berhasil ya tentu Pak SBY, sekarang di posisi mendukung Prabowo," ucap Ferdinand kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Minggu (13/1).

Ia mencontohkan kegagalan Jokowi ada di bidang ekonomi, seperti lapangan kerja. Banyaknya orang bergantung pada ojek online, kata dia, menunjukkan lapangan kerja yang layak di era Jokowi sangat terbatas.


Ferdinand menyebut hal seperti itu sudah masuk dalam prioritas 100 hari kerja Prabowo-Sandi. Kata dia, kebijakan itu merupakan arahan dari SBY sebagai orang yang berpengalaman memimpin Indonesia.

"Terkait lapangan kerja, kita akan evaluasi kontak kerja sama yang dilakukan Jokowi dengan perusahaan asing yang mengakibatkan serbuan tenaga kerja asing. Harus jadi lapangan kerja untuk anak bangsa," ucap dia.

Selain itu, Ferdinand menyebut Prabowo-Sandi akan melonggarkan izin usaha dan pajak bagi para pengusaha. Mereka mengklaim dengan pelonggaran ini, akan memudahkan pengusaha dan membuka lapangan kerja.
Lalu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun akan digalakkan. Mereka akan mengadopsi program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) yang dibuat Sandi di Jakarta.

"Langkah besar seratus hari kami akan evaluasi besar-besaran kebijakan Jokowi yang membuat negara terpuruk," ujar Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat tersebut.

Sebelumnya, di depan ribuan pengemudi ojek online, Jokowi menyatakan keprihatinan atas gesekan horizontal setiap gelaran politik.

Sebab itu, Jokowi berpendapat Indonesia harus bijaksana memilih pemimpin, termasuk di Pilpres 2019.

"Jadi lihat saja calonnya, punya pengalaman atau tidak," kata Jokowi, Sabtu (12/1) di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (dhf/dea)