Janji-janji pembangunan yang menjangkau lebih banyak kalangan serta pencapaian-pencapaian periode pertama pemerintahannya pun tercetus. Ia juga menyoroti soal kemauan politik untuk mengeksekusi pembangunan.
"Kalau bisa putuskan di lapangan karena kondisinya harus diputuskan cepat, ini putusan politik yang kadang-kadang harus tegas, nabrak dan menyelesaikan itu di lapangan," kata Jokowi, dalam acara bertajuk 'Visi Jokowi', dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan banyak hal di lapangan yang sebenarnya masalah sederhana. Namun, ketiadaan keputusan membuat proyek tersebut berhenti. Contohnya, proyek Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi).
Presiden Joko Widodo saat meninjau perkembangan pembuatan jalan tol Bocimi, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Di laporan mungkin semua beres-beres saja tapi progress tidak kelihatan, dan memang yang banyak problem itu; soal pembebasan tanah. Jadi kenapa saya sering turun langsung ke lapangan, lihat langsung proyek yang ada. Supaya kita tahu problemnya apa," jelas mantan Wali Kota Solo ini.
Tak ketinggalan, ia memaparkan kesuksesannya mengeksekusi sejumlah proyek infrastruktur lainnya dan rencana penyelesaiannya jika kembali terpilih sebagai presiden.
"Saya bersyukur kita bangun infastruktur secara merata di seluruh tanah air, baik di wilayah Barat, Tengah, Timur. Kita harap ini menjadi lompatan besar bagi kita untuk maju ke depan lebih baik, dan sekali lagi kita akan lanjutkan pembanguan SDM secara besar-besaran dan ini juga fondasi, prasyarat bagi negara untuk maju, bersaing berkompetisi dengan negara-negara lain," tuturnya.
Dua seteru di PIlpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Rumah Milenial
Jokowi juga menjanjikan fasilitas kredit perumahan agar generasi milenial dapat memiliki rumah sendiri. Kemudahan ada pada fasilitas uang muka (DP) dan fasilitas bunganya.
"Pembangunan perumahan, kurang lebih 13 juta rumah, terutama untuk anak-anak muda milenial banyak yang belum memiliki rumah," kata dia.
"Karena [perumahan] itu disubsidi APBN sehingga lebih memudahkan keluarga-keluarga muda untuk mendapat perumahan," tambahnya.
Sebelumnya, penyampaian visi dan misi pasangan capres-cawapres di Pilrpes 2019 sedianya akan digelar KPU beberapa hari sebelum debat perdana para kandidat.
Namun, polemik terjadi karena perbedaan pandangan antara dua kubu. Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menilai penyampaian visi-misi bisa diwakilkan oleh tim sukses. Sementara, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkukuh agar visi-misi disampaikan langsung oleh kandidat.
Lantaran tak menemukan titik temu, KPU, yang disetujui kedua kubu dalam rapat bersama, membatalkan agenda itu dan menyerahkan penyampaian visi-misi itu ke masing-masing kubu.
(arh)
Presiden Joko Widodo saat meninjau perkembangan pembuatan jalan tol Bocimi, beberapa waktu lalu. (
Dua seteru di PIlpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (