BPPTKG menyebut berdasarkan hasil pengamatan mulai pukul 00.00-06.00 WIB teramati terjadi guguran lava pijar ke arah tenggara Gunung Merapi sebanyak dua kali. Lava pijar gugur dengan jarak luncur 300 hingga 500 meter ke hulu Kali Gendol.
Selain lava pijar, BPPTKG juga mencatat tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 2 sampai 30 milimeter yang berlangsung selama 11.48 sampai 63.6 detik, gempa hembusan dua kali dengan amplitudo 3.5 hingga 12.5 milimeter yang berlangsung selama 17.3 sampai 18.36 detik, dan gempa low frekuensi 1 kali dengan amplitudo 5 milimeter berlangsung 15.28 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar |
Sebelumnya, pada Senin (14/1) malam BPPTKG juga mencatat dua kali luncuran guguran lava pijar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur masing-masing 50 meter ke arah ke Timur laut. Guguran pertama pada pukul 23.41 WIB dengan durasi 35 detik, dan guguran kedua pada pukul 23.56 WIB dengan durasi 29 detik.
Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. (antara/osc)