"Saya menganggap itu gagal membuat Prabowo tampil menakutkan dan membahayakan. Sebab, saya menilai ada upaya untuk melumuri Pak Prabowo dengan citra yang menakutkan," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (15/1).
Selama ini, kata dia, Prabowo kerap dilekatkan dengan sosok yang emosional, tempramental, dan mengancam keberlangsungan transisi demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Fahri menilai dari pidato tersebut, Prabowo ingin menyampaikan kepada elite politik Indonesia agar tidak perlu ada yang ditakutkan dari mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
Diketahui, Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kebangsaan di Jakarta Convention Center, Senin (14/1) malam. Mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu mengkritik sejumlah masalah seperti kemiskinan dan kinerja aparat penegak hukum, dan aparat keamanan.
Fokus pertama adalah mewujudkan ekonomi yang mengutamakan rakyat, ekonomi yang adil, ekonomi yang memakmurkan semua orang Indonesia, dan ekonomi yang melestarikan lingkungan Indonesia.
Kedua, Prabowo menyatakan ingin meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Selanjutnya, memastikan keadilan hukum dan menjalankan demokrasi yang berkualitas.
Keempat, Prabowo ingin menjadikan Indonesia rumah yang aman bagi semua rakyatnya.
Fokus terakhir, kata Prabowo adalah penguatan karakter dan kepribadian bangsa. (swo/osc)