Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan berdasarkan survei lembaganya, hanya 0,2 persen responden yang memilih pasangan calon nomor urut 01 itu karena suka terhadap figur Ma'ruf Amin.
"Masih kecil sekali bagaimana faktor Ma'ruf sebagai cawapres menjadi insentif elektoral. Dari keseluruhan pemilih Jokowi-Ma'ruf hanya 0,2 persen yang katakan karena suka Kiai Ma'ruf," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, ada faktor Jokowi unggul [dari lawannnya], jadi tidak perlu lagi memaksakan faktor baru sebagai pendongkrak, termasuk memaksakan faktor wakil sebagai pendongkrak," ucap dia.
Lebih lanjut, Yunarto mengatakan alasan responden memilih kedua pasang calon adalah karena sosok sang capres. Alasan yang paling banyak disebutkan pemilih Jokowi-Ma'ruf adalah karena kinerja Jokowi selama menjadi presiden dinilai bagus dan berpengalaman.
Sementara itu, tidak terlihat alasan dominan masyarakat di dalam menjatuhkan pilihannya terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, faktor karakter kepemimpinan yang tegas, berjiwa sosial tinggi, dan kesukaan terhadap Prabowo menjadi tiga alasan utama pemilih pasangan calon nomor urut 02 itu.
Diketahui, survei yang dilakukan yang dilakukan pada 22 Desember 2018-2 Januari 2019 itu menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan jumlah sampel 2.000 responden dan margin of error plus minus 2,9 persen serta pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(sah/arh)