Ryamizard menegaskan pernyataan itu ia katakan 10 atau 12 tahun lalu, saat terjadi krisis minyak. Sekarang, kata Ryamizard, militer Indonesia sanggup berperang dalam jangka waktu panjang.
"Saya bilang 3 hari itu waktu 10-12 tahun lalu, saat ada krisis minyak. Kalau kita untuk perang, bisa 1.000 tahun eksis kok," ujar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi semua sumber daya alam semua apa itu adalah mendukung pertahanan kita.," kata Syamizard.
Klarifikasi Ryamizard ini terkait dengan pidato kebangsaan Prabowo pada Senin lalu yang mengutip ucapannya dahulu. Saat itu Prabowo mempertanyakan kemampuan Indonesia bertahan dari serangan pihak lain.
Pidato Prabowo itu juga disanggah oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.
Moeldoko menyebut Prabowo mengarang saat melontarkan peluru Indonesia hanya cukup untuk tiga hari perang.
"Enggak lah, ngarang. Negara segede Indonesia begini masa perang tiga hari selesai," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/1).
Pensiunan jenderal bintang empat yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki industri dalam negeri untuk memproduksi amunisi. Selain itu, kata Moeldoko, TNI juga mengekspor kebutuhan amunisi yang tak diproduksi di dalam negeri.
"Kami juga selalu memproduksi kebutuhan-kebutuhan amunisi. Tapi ada juga kebutuhan-kebutuhan amunisi yang kita impor," ujarnya.
(din/wis)