"Pak Jokowi dan Pak Kyai Ma'ruf sudah mantap atau bahasa gaul saat ini, sudah mantul, mantap betul," kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/1).
Ia menyatakan pasangan itu turut memiliki rekam jejak yang baik dan tak tersandung persoalan beban pelanggaran HAM masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibarat perlombaan lari, Ace menyatakan Jokowi-Ma'ruf tak harus memikul ransel yang berat karena tak menanggung beban masa lalu dalam menghadapi debat.
"Di bidang penegakan HAM, Pak Jokowi menekankan hak ECOSOC selain melindungi hak-hak civil dan politik. Akses rakyat mendapat pelayanan kesehatan, pendidikan dan juga lapangan pekerjaan," kata dia.
Adapun di bidang pemberantasan korupsi, Ace menyatakan Jokowi telah melakukan penguatan aspek pencegahan dengan strategi nasional antikorupsi.
Sedangkan di aspek penindakan, kata dia, Jokowi telah bertindak konkret mendukung KPK dan juga menggencarkan saber pungli.
"Dalam pemberantasan terorisme, Pak Jokowi telah terbukti diakui dunia karena menekankan soft power melalui instrumen pendidikan, kesejahteraan dan kebudayaan," ujarnya.
"Tidak ada persiapan khusus. Menunggu waktu saja," kata Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.
Ma'ruf juga tidak menyiapkan materi debat secara khusus. Kemarin malam ia hanya berdiskusi dengan tim.
Kemudian juga tidak ada pembagian porsi menjawab secara khusus. Namun Jokowi selaku capres diprioritaskan untuk menjawab.
"Nah kalau nanti beliau merasa perlu, baru nanti diminta saya menambah. Kira-kira gitu," kata Ma'ruf.
Debat capres nanti malam dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Debat dipandu Ira Koesno dan Imam Prayitno sebagai moderator.
Aktivis HAM Haris Azhar menilai debat perdana capres-cawapres malam ini akan berlangsung secara normatif dan tidak membumi dengan tema HAM yang diusung.
"Masing-masing calon akan bicara hak asasi manusia, sudah pasti. Namun hanya normatif alias datar dan tidak membumi menjawab masalah yang dialami masyarakat," ujar Haris melalui keterangan tertulis.
(adp/fra/wis)