Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengatakan Ivan telah menjalani tes urine saat diperiksa. Dia juga dipertemukan dengan AJA saat diperiksa.
Namun dari tes urine yang dijalaninya, Ivan diketahui negatif narkotika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick mengatakan pemeriksaan terhadap Ivan dilakukan karena awalnya perancang busana itu diduga memiliki keterlibatan dalam jaringan kokain yang dimiliki asistennya itu. Hal itu karena keduanya sama-sama berada di Belanda saat AJA diduga bertemu dengan jaringan internasional untuk kokain itu.
Dari pengakuan Ivan, Erick mengatakan pihaknya tidak mengetahui dengan siapa saja AJA bertemu saat di Belanda. Dia juga tidak tahu apa saja yang dilakukan AJA karena berbeda tempat tinggal.
Erick pun menyatakan Ivan bersih dan tidak terlibat dalam jaringan narkotika yang menjerat asistennya.
"Dari hasil BAP tadi saudara Ivan mengatakan bahwa selama di Belanda mereka berpisah, tinggal sendiri, Ivan menginap di hotel yang berbeda sehingga tidak mengetahui hal di luar pekerjaan yang ada di Belanda. Jadi AJA murni bertemu dengan orang itu (bandar) tanpa sepengetahuan Ivan," ujarnya.
Sementara itu, Erick mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap AJA, dia diduga terlibat dalam jaringan narkotika internasional. Saat kembali ke Indonesia, AJA pun bertemu dengan kurir untuk mendapatkan narkoba.
Lihat juga:Aris Idol Ditangkap Polisi saat Pesta Sabu |
AJA juga diketahui sudah menggunakan narkotika selama kurang lebih satu tahun.
"Jadi AJ menurut informasi dari BAP yang kami dapatkan bahwa AJ mendapatkan narkoba dari seseorang di Belanda, jaringan narkoba internasional di Belanda. Kemudian AJ balik ke Indonesia, sampai di Indonesia AJ menerima barang tersebut dari kurir," ujarnya.
Polisi menangkap AJA di kamar kos pada Senin (14/1). AJA ditangkap bersama barang bukti 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk MDMA, dan 1 pil ekstasi.