Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional XI Jayapura Osman Marbun mengatakan proyek tersebut terhenti akibat gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata beberapa waktu lalu. Penembakan menewaskan sejumlah pekerja proyek.
Menurut Marbun, pengambilalihan pengerjaan jembatan saat ini masih dibahas di kementerian dan Mabes TNI sehingga belum dipastikan kapan pengerjaan dilanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan yang dibangun di Nduga oleh dua BUMN tercatat sebanyak 21 jembatan. Namun menurut Marbun baru lima yang selesai dibangun.
Kelompok bersenjata pada awal Desember 2018 menyerang para pekerja PT.Istaka Karya hingga menyebabkan 19 orang tewas dibunuh, termasuk satu anggota TNI AD.
Saat ini tercatat empat karyawan Istaka belum ditemukan yakni Rikki Cardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M.Ali Akbar dan Hardi Ali Budi Suyanto.
Pihak kepolisian sendiri mengaku yakin bahwa Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama yang berinisial PU merupakan atasan Egianus Kogoya. Dia yang memberikan restu penembakan pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengklaim pihaknya memperoleh data terkait sosok PU. Polri juga akan terus mengejar dan memproses hukum yang bersangkutan.
Pernyataan ini sekaligus membantah pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Sebby Sambom yang mengatakan tidak ada nama PU dalam struktur Komando nasional TPNPB.