Deklarasi itu dilakukan di kediaman pribadi Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/1), atau hanya satu hari setelah Ma'ruf mengikuti debat capres cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Para mubalig dari AKKMA itu terlihat berduyun-duyun mengunjungi kediaman Ma'ruf sejak Jumat pagi. Mereka kompak mengenakan baju koko putih, peci dan sarung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat dukungan itu ada sejumlah poin komitmen dari AKKMA terhadap Jokowi-Ma'ruf. Poin pertama, mereka siap mengawal dan mengamankan hasil suara capres dan cawapres 01.
Selain itu, mereka siap untuk menjaga stabilitas dan ketenangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
Ma'ruf mengucapkan terima kasih atas dukungan para kiai kampung se-Madura tersebut.
Ia mengatakan bahwa dukungan tersebut akan menambah jumlah suara bagi Jokowi-Ma'ruf di Pulau Garam pada Pilpres 2019.
Pada Pilpres 2014, Joko Widodo yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla mengalami kekalahan dari Prabowo-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Pulau Madura.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, total perolehan suara Prabowo-Hatta di Pulau Madura sebanyak 830. 968, sementara Jokowi-JK berjumlah 692.631 suara. (rzr/wis)