Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, selain kisi-kisi, pihaknya juga tak akan memberi tahu perihal format debat akan seperti apa.
"Abstraksi kisi kisi tidak dikasih tahu ke paslon. Format debat tidak dikasih tahu ke paslon agar tampil lebih memukau mendalami visi misi program dan pemikiran membangun Indonesia lima tahun mendatang," kata Wahyu di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan meski tak memberikan kisi-kisi, para capres-cawapres tetap dihadapkan dengan pertanyaan panelis serta tanggapan dari calon yang lain.
Selain kisi-kisi, Wahyu menyatakan para kandidat akan diberi waktu lebih lama dalam mengeksplorasi visi misi. Dalam debat pertama, pasangan calon diberi tiga menit menyampaikan visi misinya. Durasi itu dinilai sangat singkat dan kurang.
Lihat juga:Asa Masyarakat Adat untuk Debat Capres Kedua |
Namun, ia menyatakan KPU masih belum memutuskan berapa durasi yang ditambahkan sebab hal itu perlu dikoordinasikan dengan televisi penyelenggara.
Tak hanya itu, KPU pun bakal mengubah tata ruang debat kedua. Di belakang kandidat nantinya tidak ada pendukung seperti debat perdana. Menurutnya, hal itu demi ketertiban dan estetika.
"KPU mendapat kritikan dan saran berbagai pihak, pendukung di venue debat pertama itu dipandang kurang tertib dan gaduh sehingga kami memutuskan tidak diperkenankan pendukung duduk di belakang kandidat," tuturnya.
Untuk diketahui debat Pilpres 2019 kedua bakal diselenggarakan 17 Februari mendatang di Hotel Sultan, Jakarta. Debat kedua ini hanya mempertemukan dua capres, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Kedua capres ini nantinya membahas dan mengeksplorasi masalah sesuai tema yang sudah ditentukan, yakni sumber daya alam, energi, pangan, dan infrastruktur. (chri/osc)