Antisipasi DBD, Pemprov DKI Fogging di Wilayah Korban

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 06:36 WIB
Antisipasi DBD, Pemprov DKI <i>Fogging</i> di Wilayah Korban Fogging untuk mengantisipasi demam berdarah. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh wilayah. Jakarta memasuki fase waspada DBD selama Januari hingga Maret 2019.

"Kami menyebarluaskan informasi ke masyarakat menggunakan media sosial yang ada tentang waspada DBD dan pengendaliannya," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1).

Widyastuti mengatakan Pemprov DKI juga akan melakukan fogging di wilayah asal korban yang terjangkit DBD dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif.



Dalam langkah antisipasi itu, kata Widyastuti, pihaknya juga melakukan kerja sama lintas sektoral dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kerja sama itu khususnya dilakukan dengan pengelola gedung pada tujuh tatanan, yakni pemukiman, perkantoran, tempat umum, tempat pengelolaan makanan, institusi pendidikan, serta fasilitas kesehatan.

Selain itu, Widyastuti juga mengimbau masyarakat untuk melakukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (menguras, menutup, mendaur ulang) Plus setiap seminggu sekali.

"Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, tempayan, penampungan air minum, penampungan air buangan AC, ember, drum dan lain-lain," tuturnya.


Kemudian untuk membasmi jentik nyamuk di tempat yang sulit dikuras, disarankan agar masyarakat menaburkan larvasida atau memelihara ikan pemakan jentik. Selain itu, masyarakat juga bisa menanam tanaman yang tak disukai nyamuk.

Antisipasi DBD, Pemprov DKI <i>Fogging<i/> di Wilayah Korban(CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit)
Widyastuti juga menyarankan agar warga mengurangi atau menghindari kebiasaan menggantung pakaian. Pasalnya, hal itu mampu mengundang nyamuk untuk bersarang.

"Pakai repellent yang dapat mencegah gigitan nyamuk," ujarnya.

Saat ini, kata Widyastuti, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan jentik nyamuk oleh juri pemantau jentik (jumantik) setiap Jumat di seluruh wilayah Jakarta.

Lebih dari itu, menurut Widyastuti, saat ini pihaknya juga telah menginstruksikan semua fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta untuk melalukan deteksi dini dan tata laksana penanganan kasus DBD sesuai standar.

Sebelumnya, dari prediksi angka insidensi kasus DBD yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ada tiga wilayah, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, masuk dalam kategori waspada untuk bulan Januari. Sedangkan pada Februari dan Maret, seluruh wilayah Jakarta masuk ke dalam kategori waspada.

Fase waspada DBD ini, dikatakan Widyastuti, dipengaruhi oleh peningkatan curah hujan dan perubahan iklim. Tercatat sebanyak 111 kasus DBD ditemukan pada awal 2019 ini.


"DBD diprediksi akan meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal tahun 2019 ini," ujar Widyastuti, Minggu (20/1).


(dis/pmg)