"Salah satu jalur yang nantinya ditutup sementara jalur 10, ditutup untuk kebutuhan konstruksi paling lama 45 hari mulai tanggal 23 Januari," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Jumardi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (22/1).
Penutupan ini merupakan hasil koordinasi yang sudah dilakukan antara BTPWJB, PT KAI Daop 1 Jakarta, dan PT KCI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, revitalisasi Stasiun Manggarai masih dalam proses pembangunan jalur 8, 9, dan 10.
Jalur 8 dan 10 merupakan jalur aktif yang saat ini dikhususkan untuk KRL lintas Jatinegara-Depok/Bogor dan Jakarta Kota-Depok/Bogor, sementara jalur 9 dikhususkan untuk kereta bandara.
Selain melayani tujuan Depok/Bogor, di jalur 5 Stasiun Manggarai juga melayani KRL lintas Bogor/Depok-Jatinegara dan Bogor/Depok-Jakarta Kota, sementara untuk jalur 4 selain melayani KRL tujuan Depok/Bogor juga melayani KRL tujuan Bekasi/Cikarang.
Sebelumnya, perpindahan jalur commuter line di Stasiun Manggarai telah dilaksanakan pada 11 Agustus 2018 silam dalam rangka penyelesaian pembangunan proyek Double-Double Track (DDT) Paket A Stasiun Manggarai-Jatinegara Phase I Tahun 2018.
Kegiatan itu berupa penonaktifkan sementara jalur 6 dan 7 dan dipindahkan ke jalur 8 dan 10 untuk pelayanan KRL Bogor Line.
Setelah dilakukan perpindahan, Kementerian Perhubungan akan kembali menyelesaikan tahapan pembangunan Stasiun Manggarai di jalur 6 dan 7. Direncanakan seluruh pembangunan konstruksi DDT Paket A dan B (Dipo Cipinang dan jalur DDT Stasiun Jatinegara-Cikarang) akan selesai pada akhir 2021.
PT KCI sendiri mengoperasikan 936 perjalanan KRL dengan 71 persen perjalanan di antaranya melintas Stasiun Manggarai.
Selain dilalui KRL, Stasiun Manggarai juga dilalui kereta jarak jauh, kereta barang, dan kereta bandara dengan total perjalanan 725 perjalanan kereta per hari sehingga menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun tersibuk di Jabodetabek.
(dni/wis)