Juru bicara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Hamsidar mengatakan timnya masih kesulitan menembus lokasi banjir dan longsor di Kabupaten Gowa.
"Jembatan di Kecamatan Manuju terputus dan tak bisa dilewati," kata Hamsidar kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan lebat yang melanda Sulawesi Selatan sejak Senin (21/1) telah mengakibatkan debit air di sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa melebihi kapasitas. Alhasil bendungan Bili-bili melepaskan debit air yang besar. Pilihan ini diambil untuk mengurangi dampak yang lebih parah.
Selasa kemarin, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengumumkan status waspada untuk Bendungan Bili-bili. Ketinggian airnya mencapai 101,36 meter. Pelepasan air inilah yang berakibat banjir besar di sepanjang bantaran Sungai Jeneberang.
Lihat juga:Pengungsi Banjir Gowa Capai 2.121 Jiwa |
Dari data Pemerintah Kabupaten Gowa, jumlah pengungsi saat ini mencapai 2.121 orang yang tersebar di 13 titik pengungsian. Masih ada beberapa orang yang dinyatakan hilang. Khususnya di Kecamatan Manuju yang mengalami banjir bandang dan tanah longsor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memang sudah menetapkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah yang akan diterjang cuaca ekstrem. Selain hujan lebat, angin kencang juga bisa mencapai 25 knot. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2019. (anc/osc)