Pemerintah juga berencana membuka lowongan CPNS dengan kuota yang sama pada Maret mendatang sebagai peralihan dari rencana rekrutmen CPNS yang tertunda di 2018.
Lowongan pada Maret nanti lebih ditujukan untuk masyarakat di daerah tertentu, seperti Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat. Kebijakan itu dilakukan menyusul bencana alam di sejumlah daerah tersebut yang mengganggu jadwal perekrutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah kembali membuka lowongan CPNS tersebut karena kebutuhan tenaga pendidik dan kesehatan memang meningkat. Asumsinya, setidaknya membutuhkan sebanyak 150 ribu formasi untuk kedua sektor.
Selain itu, jumlah pensiunan dari kedua sektor tenaga kerja terus meningkat. Misalnya, ia mencatat ada sekitar 50 ribu PNS yang pensiun pada 2018. Sedangkan pada tahun ini diperkirakan mencapai 52 ribu.
Pemerintah dikatakan Syafruddin lebih memilih membuka lowongan CPNS karena tak ingin banyak pegawai berstatus honorer.
Meski begitu, ia belum bisa memberikan data anggaran yang bakal dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program CPNS ini.
Sampai saat ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum buka suara mengenai jumlah anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk perekrutan melalui mekanisme lowongan CPNS 2019. (uli/wis)