Romi, sapaan karibnya menyebut semua partai pendukung Jokowi-Ma'ruf sepakat tidak akan memanfaatkan Ahok di Pilpres 2019 karena lebih banyak mendatangkan defisit ketimbang surplus elektoral untuk pasangan nomor urut 01 itu.
"Penilaian kita, dampak positif negatifnya itu defisit untuk paslon ini. Jadi, overall-nya, lebih banyak defisitnya ketimbang surplusnya," kata Romi dalam program 'Layar Pemilu Tepercaya' di CNN Indonesia TV, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pemetaan itu, Romi menuturkan Jokowi berpotensi mendulang suara jika melibatkan Ahok. Namun hasil pemetaan juga menunjukkan ada potensi defisit suara di saat yang bersamaan.
Ketua PPP Romarhurmuziy. (CNN Indonesia/Mesha Mediani) |
"Perkembangan dari anti-Islam ini kan persekusi ulama, penistaan agama, dan Ahok masuk ke dalam salah satu temanya. Ini kan harus kita mitigasi," ujar Romi.
"Karena Ahok ketika mendapat vonis itu tidak mengata-ngatai Pak Jokowi," ujar dia.
Ahok dan Jokowi memang dikenal dekat. Keduanya pernah sama-sama memimpin Jakarta hasil Pilgub 2012. Pada 2014, Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang memenangkan Pilpres 2014.
Ahok tersandung kasus penistaan agama pada 2017 silam. Dia pun divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Mei 2017 dan harus menjalani hukuman dua tahun penjara hingga akhirnya bebas murni pada Kamis (25/1) kemarin. (wis/sur)
Ketua PPP Romarhurmuziy. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)