"Intinya adalah pengintegrasian antarmoda transportasi dan pengintegrasian antara rencana tata ruang dengan rencana transportasi," kata Anies usai bertemu Wapres JK, di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (25/1), dikutip dari Antara.
"Pelaksanaannya ditugaskan kepada Bapak Wapres untuk mengkoordinasikan, karena ini lintas kementerian dan lintas wilayah, katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini porsinya 25 persen [orang] gunakan kendaraan umum, 75 persen gunakan kendaraan pribadi. Nah, ini harus dibalik. Untuk itu bisa terjadi kendaraan umum harus bisa menjangkau semua wilayah," jelasnya.
Terkait target implementasi sistem transportasi terintegrasi tersebut, Anies mengatakan hal itu baru bisa dibicarakan apabila sudah ada estimasi biaya yang diperlukan.
"Kalau mau membangun itu kan [mau] bertahap atau langsung. Kalau langsung berarti dananya lebih besar, kalau bertahap dananya lebih sedikit, tapi lebih lama," tambahnya.
Sebelumnya, JK mengkritik pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi yang dianggapnya tak efisien. Misalnya, LRT di Palembang yang tak masif dipakai pasca-Asian Games 2018, serta proyek jalur kereta api Trans Sulawesi di wilayah yang tak banyak penduduknya.
(arh/sur)